Minggu, 17 April 2016

Sampah

Kebersihan sebagian dari iman. Ya kalimat tersebut sudah tak asing lagi kita lihat maupun kita dengar. Namun apakah kita telah merealisasikan kalimat tersebut dan menerapkannya ke dalam kehidupan kita sehari-hari? Islam telah mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku hidup bersih di dalam kehidupan. Namun hingga saat ini, masih sangat banyak orang yang tidak menjaga kebersihan, baik kebersihan di lingkungannya sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Hal yang menjadi fokus utama saya pada pengamatan kali ini ialah mengenai sampah. Membuang sampah sembarangan memang sudah tak asing lagi kedengarannya. Ya itulah kebiasaan buruk masyarakat yang tidak bisa dirubah hingga saat ini terutama di daerah kota Banda Aceh. Kota Banda Aceh yang bergelar Kota Madani ini merupakan salah satu kota yang penduduknya mayoritas Muslim. Namun, para penduduk kota Banda Aceh tidak perduli akan kebersihan lingkungannya sendiri dan bahkan lingkungan sekitarnya. Membuang sampah sembarangan seakan-akan merupakan sesuatu yang biasa dan tidak akan menimbulkan suatu kemudharatan.

Pada kenyataannya saat ini, sampah kota Banda Aceh yang pembuangan akhirnya berlokasi di kampung jawa sudah sangatlah menggunung. Belum lagi sampah-sampah yang berserakan di jalan raya yang tentunya sangat mengganggu penglihatan kita. Sebagai contoh, mungkin Anda berpikir tidaklah mengapa jika kita membuang sampah permen ke sembarangan tempat karena ukuran dari sampah permen tersebut sangat kecil. Namun, tahukah Anda satu bungkus permen yang dibuang ke sembarang tempat jika terus menerus dilakukan akan membuat lingkungan tersebut menjadi kotor dan semak. Dan seperti yang kita ketahui, bungkusan permen terbuat dari plastik. Sampah plastik sangatlah susah terurai dan butuh waktu hingga ratusan bahkan ribuan tahun untuk mengurainya. Berbeda halnya dengan sampah organik, dimana sampah tersebut bisa di manfaatkan dan digunakan untuk membuat pupuk kompos yang dapat menyuburkan tanaman.

Sampah plastik bukanlah mutlak menyebabkan permasalahan pencemaran lingkungan. Karena sebenarnya sampah plastik tersebut dapat di daur ulang dan dijadikan berbagai macam kerajinan tangan yang unik dan menarik. Dan dengan kreatifitas orang-orang yang cerdas dan peduli terhadap lingkungan, sampah yang awalnya menjadi masalah malah akan berubah menjadi pundi-pundi rupiah. Maka dari itu, kita harus peduli terhadap lingkungan kita. Mari kita rubah pola berpikir kita agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar